Minggu, 25 Mei 2014

TUGAS V



TUGAS KE- V

MODEL PEMBELAJARAN SEBAGAI MEDIA INTERNET BAGI PAUD
A.   Pengertian Media
Menurut AECT media adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menjelaskan dan menyalurkan pesan atau informasi. Sedangkan menurut Anderson media adalah perlengkapan yang digunakan untuk menyalurkan pesan dan memungkinkan terjadinya interaksi antara siswa dan pesan.
Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan media adalah suatu perlengkapan yang dapat digunakan untuk menjelaskan dan menyalurkan pesan sehingga memungkinkan terjadinya interaksi antara siswa dengan pesan.
            Penggunaan media dalam pembelajaran dapat meningkatkan daya ingat. Selain itu, manfaat dari media pembelajaran yaitu menyederhanakan pesan, mengurangi verbalitis, menyamakan persepsi, menarik perhatian, menghemat waktu, dll.                                          
Pembelajaran berbasis Tekhnologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber belajar dan sebagai medium penyampaian pesan dalam pembelajaran yang pada perkembangannya (Piaget) pendekatan ini mencakup oral, lambang dan bunyi-bunyian. Perkembangan Oral, lambang dan bunyi ini dalam cakupan TIK meliputi media cetak, audio & visual, audio visual, interaktif, multimedia dan jaringan.
           Pendekatan pembelajaran berbasis TIK memicu lahirnya berbagai model pembelajaran yang meliputi : E- Learning, On-line Learning, Blended Learning, Mobile Learning, dan lain-lain yang dimediasi oleh computer. Integrasi keseluruhan komponen (Interaktif, transisi, audio, visual, warna, animasi, dan hypertext terangkum dalam cara kerja multimedia.
Pembelajaran berbasis computer dalam pembelajaran TIK ada yang berproses secara Off line dan On-line. Pembelajaran yang berproses Off-line meliputi Computer Based Learning misalnya pemenuhan konsep, drill, tutorial, games, simulasi, CD interaktif dll. Sedangkan yang berproses secara On-Line meliputi On-Line learning yang berbasis web dan berbasis tekhnologi misalnya e-learning, on-line learning, blended learning, mobile learning, web learning dll. Integrasi system dalam proses pembelajaran on-line mencakup; distance learning, dual mode education, virtual education, virtual university, dan lain-lain.
          Membelajaran TIK menjadi suatu sumber media pembelajaran. Hal ini di dasari bahwa pembelajaran berbasis TIK ini mampu menjawab kebutuhan informasi,dalam hal ini pembelajar mengintegrasikan TIK sebagai sumber belajar, memastikan alamat-alamat web yang akan dikunjungi, membuat lembar refleksi diri dan lain sebagainya. Memberikan layanan cepat dan murah; dalam hal ini pembelajar secara tidak langsung menanggalkan kebiasaan satu sumber belajar, menggunakan aneka sumber belajar, dan mengefektifkan penggunaan internet.       Pembelajaran TIK memiliki informasi terkini, artinya layanannya cepat dan terkoneksi kesemua system jaringan perpustakaan serta informasi terkini dan diperbaharui..Adapun hal yang harus diperhatikan adalah control akan penggunaan dan kebenaran informasi yang disediakan.
                  Tujuan utama pembelajaran berbasis TIK sebagai media pembelajaran adalah agar pesan yang disampaikan mudah dimengerti oleh peserta didik. Selain itu tujuan khusus dari pembelajaran berbasis TIK sebagai media adalah sebagai berikut :
(1) Memberi pengalaman belajar yang berbeda;
(2) Menumbuhkan sikap dan keterampilan BTI;
(3) Menciptakan situasi belajar menyenangkan;
(4) Menjadikan belajar lebih efektif, efisien dan bermakna;
 (5) Membuka peluang belajar dimana saja dan kapan saja;
(6) Memberikan motivasi belajar kepada siswa;
(7) Mejadikan belajar sebagai kebutuhan.
               Adapun kendala penggunaan pendekatan ini adalah pertama, kesulitan dalam pengembangan program; kedua, infrstruktur yang belum memadai; ketiga, SDM yang terbatas khususnya pengelola; keempat, para pelaksana pembelajaran gagap akan teknologi; kelima, kultur belajar yang sulit diubah; keenam, luasnya wilayah jangkauan dan belum meratanya kualitas penerimaan pesan. Untuk itu para guru ataupun dosen harus tanggap dalam membaca dan mengereti situasi serta kondisi anak didik agar penyampaian pesan tidak tumpang tindih antara satu dan yang lainnya.

B.   Kriteria Media Pembelajaran
1)    Kesederhanaan
Penggunaan 1 slide untuk 1 konsep, rumus 6 x 6 untuk tulisan, huruf yang digunakan mudah dibaca, visual untuk pesan yang kompleks.
2)    Keutuhan
Keutuhan adalah keharmonisan dalam kesatuan pesan.
3)    Keseimbangan
Keseimbangan yang dimaksudkan adalah keserasian tata letak desain pesan pada bidang slide atau transparasi.
4)    Ketegasan
Teknik memberi penekanan pada bagian yang penting dengan memberi warna yang berbeda, garis bawah, perbesar tulisan ataupun arsiran.

C.   Klasifikasi Media
1)    Alat Bantu (Teaching AIDS)
Penggunaan lingkungan, benda sebenarnya, gambar, foto, nara sumber, taktil, model, dll.
2)    Media Pembelajaran
Penggunaan modul, program audio, program video, CAI, multimedia, dl
D.   Klasifikasi Tecahing AIDS
1)    By Utilization (lingkungan, benda sebenarnya, nara sumber, fenomena alam, dll.).
2)    By Design (gambar, foto, slide, model, taktil, benda-benda rekayasa, komponen grafis, dll.).
E.   Prinsip Pemanfaatan Teaching AIDS PAUD
1)    Menyenangkan
2)    Bagian dari bermain
3)    Bermakna
4)    Melibatkan Multiple Intelegency
5)    Guru harus kreatif
6)    Mengoptimalkan “Teaching AIDSby utilization dan by design
7)    Dirancang dnegan baik, namun bersifat fleksibel.
F. Prosedur Pemanfaatan Teaching AIDS dalam PAUD (Untuk Satu Tema Pembelajaran)
1)    Menentukan Lingkup Perkembangan
2)    Menentukan Tingkat Pencapaian Perkembangan
3)    Mengidentifikasi Materi Pembelajaran
4)    Menentukan Strategi Pembelajaran
5)    Membuat Rencana Kegiatan Harian (RKH)
6)    Mengidentifikasi Media
7)    Merancang Pemanfaatan Media
8)    Melaksanakan Pembelajaran
9)    Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar