TUGAS KE- V
MODEL PEMBELAJARAN SEBAGAI MEDIA
INTERNET BAGI PAUD
A. Pengertian
Media
Menurut AECT media adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk
menjelaskan dan menyalurkan pesan atau informasi. Sedangkan menurut Anderson
media adalah perlengkapan yang digunakan untuk menyalurkan pesan dan
memungkinkan terjadinya interaksi antara siswa dan pesan.
Dari
kedua pendapat diatas dapat disimpulkan media adalah suatu perlengkapan yang
dapat digunakan untuk menjelaskan dan menyalurkan pesan sehingga memungkinkan
terjadinya interaksi antara siswa dengan pesan.
Penggunaan
media dalam pembelajaran dapat meningkatkan daya ingat. Selain itu,
manfaat dari media pembelajaran yaitu menyederhanakan pesan, mengurangi
verbalitis, menyamakan persepsi, menarik perhatian, menghemat waktu, dll. Pembelajaran berbasis Tekhnologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang
mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber
belajar dan sebagai medium penyampaian pesan dalam pembelajaran yang pada
perkembangannya (Piaget) pendekatan ini mencakup oral, lambang dan
bunyi-bunyian. Perkembangan Oral, lambang dan bunyi ini dalam cakupan TIK
meliputi media cetak, audio & visual, audio visual, interaktif, multimedia
dan jaringan.
Pendekatan pembelajaran berbasis TIK memicu lahirnya
berbagai model pembelajaran yang meliputi : E- Learning, On-line Learning,
Blended Learning, Mobile Learning, dan lain-lain yang dimediasi oleh computer.
Integrasi keseluruhan komponen (Interaktif, transisi, audio, visual, warna,
animasi, dan hypertext terangkum dalam cara kerja multimedia.
Pembelajaran berbasis computer dalam pembelajaran TIK ada yang berproses secara
Off line dan On-line. Pembelajaran yang berproses Off-line meliputi Computer
Based Learning misalnya pemenuhan konsep, drill, tutorial, games, simulasi, CD
interaktif dll. Sedangkan yang berproses secara On-Line meliputi On-Line
learning yang berbasis web dan berbasis tekhnologi misalnya e-learning, on-line
learning, blended learning, mobile learning, web learning dll. Integrasi system
dalam proses pembelajaran on-line mencakup; distance learning, dual mode
education, virtual education, virtual university, dan lain-lain.
Membelajaran
TIK menjadi suatu sumber media pembelajaran. Hal ini di dasari bahwa
pembelajaran berbasis TIK ini mampu menjawab kebutuhan informasi,dalam hal ini
pembelajar mengintegrasikan TIK sebagai sumber belajar, memastikan
alamat-alamat web yang akan dikunjungi, membuat lembar refleksi diri dan lain
sebagainya. Memberikan layanan cepat dan murah; dalam hal ini pembelajar secara
tidak langsung menanggalkan kebiasaan satu sumber belajar, menggunakan aneka
sumber belajar, dan mengefektifkan penggunaan internet. Pembelajaran
TIK memiliki informasi terkini, artinya layanannya cepat dan terkoneksi kesemua
system jaringan perpustakaan serta informasi terkini dan diperbaharui..Adapun
hal yang harus diperhatikan adalah control akan penggunaan dan kebenaran
informasi yang disediakan.
Tujuan utama
pembelajaran berbasis TIK sebagai media pembelajaran adalah agar pesan yang
disampaikan mudah dimengerti oleh peserta didik. Selain itu tujuan khusus dari
pembelajaran berbasis TIK sebagai media adalah sebagai berikut :
(1) Memberi pengalaman belajar yang berbeda;
(2)
Menumbuhkan sikap dan keterampilan BTI;
(3)
Menciptakan situasi belajar menyenangkan;
(4)
Menjadikan belajar lebih efektif, efisien dan bermakna;
(5) Membuka peluang belajar dimana saja dan
kapan saja;
(6)
Memberikan motivasi belajar kepada siswa;
(7)
Mejadikan belajar sebagai kebutuhan.
Adapun kendala penggunaan
pendekatan ini adalah pertama, kesulitan dalam pengembangan program; kedua,
infrstruktur yang belum memadai; ketiga, SDM yang terbatas khususnya pengelola;
keempat, para pelaksana pembelajaran gagap akan teknologi; kelima, kultur
belajar yang sulit diubah; keenam, luasnya wilayah jangkauan dan belum
meratanya kualitas penerimaan pesan. Untuk itu para guru ataupun dosen harus
tanggap dalam membaca dan mengereti situasi serta kondisi anak didik agar
penyampaian pesan tidak tumpang tindih antara satu dan yang lainnya.
B. Kriteria
Media Pembelajaran
1) Kesederhanaan
Penggunaan
1 slide untuk 1 konsep, rumus 6 x 6 untuk tulisan, huruf yang digunakan mudah
dibaca, visual untuk pesan yang kompleks.
2) Keutuhan
Keutuhan
adalah keharmonisan dalam kesatuan pesan.
3) Keseimbangan
Keseimbangan
yang dimaksudkan adalah keserasian tata letak desain pesan pada bidang slide
atau transparasi.
4) Ketegasan
Teknik
memberi penekanan pada bagian yang penting dengan memberi warna yang berbeda,
garis bawah, perbesar tulisan ataupun arsiran.
C. Klasifikasi
Media
1) Alat
Bantu (Teaching AIDS)
Penggunaan
lingkungan, benda sebenarnya, gambar, foto, nara sumber, taktil, model, dll.
2) Media
Pembelajaran
Penggunaan modul, program audio,
program video, CAI, multimedia, dl
D. Klasifikasi
Tecahing AIDS
1) By
Utilization (lingkungan,
benda sebenarnya, nara sumber, fenomena alam, dll.).
2) By
Design (gambar,
foto, slide, model, taktil, benda-benda rekayasa, komponen grafis, dll.).
E. Prinsip
Pemanfaatan Teaching AIDS PAUD
1) Menyenangkan
2) Bagian
dari bermain
3) Bermakna
4) Melibatkan
Multiple Intelegency
5) Guru
harus kreatif
6) Mengoptimalkan
“Teaching AIDS” by utilization dan by design
7) Dirancang
dnegan baik, namun bersifat fleksibel.
F. Prosedur
Pemanfaatan Teaching AIDS dalam PAUD (Untuk Satu Tema Pembelajaran)
1) Menentukan
Lingkup Perkembangan
2) Menentukan
Tingkat Pencapaian Perkembangan
3) Mengidentifikasi
Materi Pembelajaran
4) Menentukan
Strategi Pembelajaran
5) Membuat
Rencana Kegiatan Harian (RKH)
6) Mengidentifikasi
Media
7) Merancang
Pemanfaatan Media
8) Melaksanakan
Pembelajaran
9) Umpan
Balik dan Tindak Lanjut