TUGAS
II
1. KETERKAITAN ICT DALAM PENDIDIKAN
ANAK USIA DINI
ICT (Informations and Communication Technologies) atau di-Indonesiakan
menjadi Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan suatu system yang terdiri
dari sistem informasi dan komunikasi. Masing-masing memiliki definisi dan ruang
lingkup tersendiri.
Teknologi Informasi
Teknologi informasi merupakan studi atau penggunaan peralatan
elektronika, terutama komputer untuk menyimpan, menganalisis dan
mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan dan gambar.
Lucas ( dalam munir, 2008) menyatakan bahwa teknologi informasi adalah segala
bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirim informasi dalam
bentuk elektronik, micro komputer, komputer mainframe, pembaca barcode,
perangkat lunak memproses transaksi, perangkat lembar kerja dan peralatan
komunikasi dan jaringan merupakan contoh teknologi informasi. Informasi yang
disampaikan berupa pesan-pesan elektronik.
Teknologi Komunikasi
Teknologi komunikasi merupakan perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari hardware, software, proses dan sistem, yang digunakan untuk membantu proses komunikasi, yang bertujuan agar komunikasi berhasil.
Teknologi komunikasi merupakan perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari hardware, software, proses dan sistem, yang digunakan untuk membantu proses komunikasi, yang bertujuan agar komunikasi berhasil.
Keterkaitan Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi
Teknologi Informasi menekankan pada pelaksanaan dan pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengmbil, memanipulasi atau menampilkan data dengan menggunakan perangkat-perangkat teknologi elektronik terutama komputer. Sedangkan teknologi komunikasi menekankan pada penggunaan perangkat teknologi elektronika dan lebih menekankan pada aspek ketercapaian tujuan dalam proses komunikasi, sehingga data dan informasi yang diolah dengan teknologi informasi harus memenuhi kriteria komunikasi yang efektif.
Teknologi Informasi menekankan pada pelaksanaan dan pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengmbil, memanipulasi atau menampilkan data dengan menggunakan perangkat-perangkat teknologi elektronik terutama komputer. Sedangkan teknologi komunikasi menekankan pada penggunaan perangkat teknologi elektronika dan lebih menekankan pada aspek ketercapaian tujuan dalam proses komunikasi, sehingga data dan informasi yang diolah dengan teknologi informasi harus memenuhi kriteria komunikasi yang efektif.

Secara
singkat disimpulkan bahwa teknologi informasi lebih pada sistem pengolahan
informasi sedangkan teknologi komunikasi berfungsi untuk pengiriman informasi.
Teori lain merumuskan definisi dari teknologi informasi dan komunikasi sebagai
sesuatu yang mengijinkan kita memperoleh informasi untuk berkomunikasi dengan
setiap orang atau untuk memiliki sebuah pengaruh pada lingkungan yang sedang
menggunakan peralatan elektronik dan digital.
ICT DALAM PENDIDIKAN
ICT dalam pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa di samping sebagai pendukung kinerja sistem pendidikan, ICT juga bermanfaat sebagai media pendidikan. Pendidikan ICT bagi anak usia dini telah membawa kita pada cara yang baru dalam mengembangkan teknologi pembelajaran.
ICT dalam pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa di samping sebagai pendukung kinerja sistem pendidikan, ICT juga bermanfaat sebagai media pendidikan. Pendidikan ICT bagi anak usia dini telah membawa kita pada cara yang baru dalam mengembangkan teknologi pembelajaran.
Mengkaji pendidikan ICT pada anak usia dini ini memiliki banyak persepsi,
diataranya, pemanfaatan ICT sebagai media belajar atau mengajarkan ICT pada
mereka. Namun demikian, keduanya terkadang saling berhubungan walaupun banyak
juga perbedaan dalam segi orientasi dan pemanfaatan.
ICT sebagai Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Medoe adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Medoe adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
Pemanfaatn
ICT sebagai media pembelajaran merupakan hal yang baru dalam pendidikan. Hal
tersebut tentu diiringi oleh perkembangan zaman saat ini. Dikeluarkannya
komputer mini (netbook) oleh pabrikan komputer di dunia yang niat awalnya
didistribusikan untuk kunsumsi pelajar, merupakan salah satu jalan bagi dunia
pendidikan dalam memanfaatkan ICT tersebut. Walaupun saat ini pemanfaatnya
telah berkembang.
Clark
mengklasifikasinnya media dalam pembelajaran menjadi 5 perspektif, yaitu:
1. Media sebagai teknologi dan mesin
2. Media sebagai tutor
3. Media sebagai alat sosialisasi
4. Media sebagai motivator dalam belajar
5. Media sebagai alat mental untuk berpikir dan memecahkan masalah
2. Media sebagai tutor
3. Media sebagai alat sosialisasi
4. Media sebagai motivator dalam belajar
5. Media sebagai alat mental untuk berpikir dan memecahkan masalah
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu
proses penyampaian pesan dari sumber pesan melaluisaluran atau media tertentu k
penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah
komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang dikomunikasikan adalah sebuah
informasi.
Jenis dan Karakteristik Media
Sedangkan untuk media sendiri memiliki taksonominya yaitu:
Rudy Bretz
Ciri utama media dibagi menjadi 3 unsur pokok, yaitu, suara, visual dan gerak. Visual dibedakan menjadi tiga, yaitu gambar, garis, dan simbol yang merupakan suatu kontinum dari bentuk yang dapat ditangkap dengan indra penglihatan. Di samping itu Bretz juga membedakan antara media siar (telecomunikation) dan media rekam (recording) sehingga terdapat 8 klasifikasi, yaitu : 1) media audio visual gerak, 2) media audio visual diam, 3) media audio semi gerak, 4) media visual gerak, 5)media visual diam, 6)media semi gerak, 7) media audio, 8) media cetak.
Sedangkan untuk media sendiri memiliki taksonominya yaitu:
Rudy Bretz
Ciri utama media dibagi menjadi 3 unsur pokok, yaitu, suara, visual dan gerak. Visual dibedakan menjadi tiga, yaitu gambar, garis, dan simbol yang merupakan suatu kontinum dari bentuk yang dapat ditangkap dengan indra penglihatan. Di samping itu Bretz juga membedakan antara media siar (telecomunikation) dan media rekam (recording) sehingga terdapat 8 klasifikasi, yaitu : 1) media audio visual gerak, 2) media audio visual diam, 3) media audio semi gerak, 4) media visual gerak, 5)media visual diam, 6)media semi gerak, 7) media audio, 8) media cetak.
Menurut
Sadiman karakteristik media terdiri dari :
Media Grafis
Media grafis termasuk media visual yang berkaitan dengan indra
penglihatan. Pesan yang disampaikan dituangkan k dalam sibol-simbol komunikasi
visual. Diantara media grafis adalah gambar/foto, sketsa, diagram, bagan/chart,
grafik, kartun, poster, peta, papan buletin, dll,
Media Audio
Media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang disampaikan
dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal.
Jenis-jenis media audio diatnaranya adalah radio, alat perekam pita magnetik,
lab. Bahasa,
Media Proyeksi Diam
Media proyeksi diam memiliki persamaan dengan media grafik dalam arti
penyajian rangsangan-rangsangan penyajian visual. Perbedaanya adalah pada media
grafis dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan,
pada media proyeksi pesan tersebut harus diproyeksikan dengan proyektor agar
dapat dilihatoleh sasaran. Diantara median proyeksi diam adalah film bingkai,
film rangkai, media transparansi, proyektor, mikrofis, film, tv, video.
Menurut
Munadi karakteristik media terdiri dari 4 macam yaitu:
Media Audio
Pembahasan tentang proses komunikasi pembelajaran dengan menggunakan
media audio tidak lepas dari pembahasan aspek pendengaran. Kita lebih banyak
menghabiskan waktu untuk mendengarkan dari pada untuk melakukan komunikasi
lainnya. Pada tahun 1926 ditemukan bahwa 70% dari waktu bangun kita dipakai
untuk berkomunikasi, yaitu membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan. Bila
waktu yang digunakan untuk beraktivitas tersebut di bagi-bagi, hasilnya
menunjukkkan bahwa 42% dipakai untuk mendengarkan, 32% untuk bercakap-cakap,
15% untuk membaca, dan 11% untuk menulis.
Mendengarkan sesungguhnya suatu proses rumit yang melibatkan empat unsur:
(1) medengar, (2) memperhatikan, (3) memahami, dan (4) mengingat. Jadi definisi
mendengarkan adalah” Proses selektif untuk memperhatikan, mendengar, memahami,
dan mengingat simbol-simbol pendengaran”.
1. Mendengar. Mendengar merupakan proses fisiologis
otomatis penerimaan ransangan pendengaran. Dalam tahap inilah gangguan fisik
pada alat pendengaran seseorang dapat menimbulkan kesulitan dalam proses
mendengarkan. Mendengar merupakan proses dimana gelombang suara masuk melalui
telinga di bagian tengah telinga dan menimbulkan getaran-getaran yang kemudian
merangsang impuls-impuls saraf sampai ke otak.
2. Perhatian. Memperhatikan rangsangan di lingkungan kita berarti
memusatkan kesadaran kita pada rangsangan khusus tertentu. Indra penerima
secara konstan dihujani sekian banyak rangsangan sehingga kita tidak mungkin
menanggapi semuanya sekaligus pada saat yang sama. Sel khusus dalam sistem
syaraf kita (saraf penghambat) berfungsi membuang sejumlah sensasi yang datang,
menjauhkan sensasi-sensasi tersebut dari kesadaran kita. Namun demikian,
meskipun memiliki syaraf penghambat, kita masih sering kali tidak mampu
memusatkan perhatian pada satu peristiwa tunggal lebih dari beberapa detik
setiap kali, karena rangsangan yang lain biasanya berlomba merebut perhatian
kita. Fenomena ini -kita sering memperhatikan rangsangan tertentu sambil
membuang rangsangan yang lainnya- disebut perhatian selektif.
3. Memahami. Unsur ini adalah yang paling rumit dalam mendengarkan.
Memahami biasanya diartikan sebagai proses pemberian makna pada kata yang kita
dengar, yang sesuai dengan makna yang di maksudkan oleh si pengirim pesan.
Menapsirkan suatu pesan adalah memberi makna secara harfiah pada pesan itu. Ini
berdasarkan pada pemahaman atas gramatika bahasa, pengenalan dan pemahaman atas
maksud sumber (sinis, bergurau, serius), pemahaman atau implikasi situasi
(mencakup lingkungan fisik, hubungan dengan orang-orang yang lainnya, dan iklim
perjumpaan).
4. Mengingat. Kebanyakan tes mendengarkan menguji berapa banyak kita dapat mengingat apa yang telah kita dengar dan kita pahami. Mengingat adalah menyimpan informasi untuk diperoleh kembali.
4. Mengingat. Kebanyakan tes mendengarkan menguji berapa banyak kita dapat mengingat apa yang telah kita dengar dan kita pahami. Mengingat adalah menyimpan informasi untuk diperoleh kembali.

Karakteristik Media Audio
Ciri utama dari media audio dituangkan dalam lambang auditif, baik verbal
maupun non verbal. Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut.
1. Mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dan memungkinkan menjangkau sasaran yang luas.
2. mampu mengembangkan daya imajinasi pendengar.
3. mampu memusatkan perhatian anak pada penggunaan kata-kata, bunyi, dan arti dari kata/bunyi tersebut.
4. dll.
1. Mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dan memungkinkan menjangkau sasaran yang luas.
2. mampu mengembangkan daya imajinasi pendengar.
3. mampu memusatkan perhatian anak pada penggunaan kata-kata, bunyi, dan arti dari kata/bunyi tersebut.
4. dll.
Media Visual
Media visual adalah media yang melibatkan indra penglihatan. Terdapat dua
jenis pesan yang dimuat dalam media visual, yakni pesan verbal dan nonverbal.
Pesan verbal-visual terdiri atas kata-kata dalam bentuk tulisan dan pesan non
verbal-visual adalah pesan yang dituangkan ke dalam simbol-simbol
nonverbal-visual. Secara garis besar unsur-unsur yang terdapat pada media
visual terdiri atas garis, bentuk, warna, dan tekstur.
Pentingnya pesan verbal dalam pembelajaran yaitu untuk melakukan
pengeriman pesan melalui bahasa verbal untuk menghasilkan makna. Kata-kata
merupakan unsur dari bahasa yang dapat digunakan sebagai simbol verbal. ”Kata”
hanya akan mempunyai ”makna” setelah ia diasosiasikan dengan
”refrensi/rujukan”.
Karakteristik Media Visual
Pesan visual dapat dituangkan dalam bentuk: gambar, grafik,
diagram, bagan, peta. Sedangkan penyaluranpesan visual verbal-nonverbal-grafis
dapat dilakukan melalui: buku dan modul, komik, majalah dan jurnal, poster,
papan visual. Di samping itu pesan visual juga dapat berupa benda asli atau
tiruan (miniatur)
Media Audio Visual
Media audiovisual dapat dibagi menjadi dua jenis. Jenis pertama,
dilengkapi fungsi peralatan suara dan gambar dalam satu unit, dinamakan media
audiovisual murni, seperti film gerak, video, televisi. Jenis kedua adalah
media audio visual tidak murni yakni apa yang kita kenal dengan slide, OHP dan peralatan
visual lainnya bila diberi unsur suara dari rekaman kaset yang dimanfaatkan
secara bersamaan dalam satu waktu atau satu proses pembelajaran.
Salah satu media audiovisual adalah film. Dilihat dari indera yang
terlibat, film adalah alat komunikasi yang sangat membantu proses pembelajaran
efektif. Apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat
dan lebih mudah diingat dari pada apa yang hanya dilihat atau di dengar
saja.
2. FUNGSI DAN PERAN ICT DALAM PAUD
Manfaat dan karakteristik lainnya dari media film
dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran, diataranya :
1. Mengatasi keterbetasan jarak dan waktu
2. Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat.
3. Dapat diulang, untuk memperkuat pengingatan.
4. Mengembangkan pikiran dan pendapat.
1. Mengatasi keterbetasan jarak dan waktu
2. Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat.
3. Dapat diulang, untuk memperkuat pengingatan.
4. Mengembangkan pikiran dan pendapat.
Multimedia
Media dalam konteks pembelajaran merupakan bahasa, maka multimedia dalam
konteks tersebut adalah multibahasa, yakni ada bahasa yang mudah dipahami oleh
indra pendengaran, penglihatan, penciuman, peraba dan lain sebagainya; atau
dalam bahasa lain multimedia pembelajaran adalah media yang mampu melibatkan
banyak indera dalam satu organ tubuh selama proses pembelajaran berlangsung.
Pemanfaatan Multimedia Berbasis Komputer dalam Pembelajaran
Bentuk dari multimedia dalam pembelajaran antara
lain :
1. Multimedia Presentasi
2. Program Multimedia Interaktif
3. Sarana Simulasi
4. Video Pelajaran
1. Multimedia Presentasi
2. Program Multimedia Interaktif
3. Sarana Simulasi
4. Video Pelajaran
ICT DAN ANAK USIA DINI
Bagaimana cara pemberian IT pada Anak Usia Dini?
Teknologi bagaikan dua sisi mata uang yang berbeda, yang memiliki sisi
positif dan negatif. Sehingga implementasinya pun akan berbeda pada setiap usia
perkembangan anak.
Pada anak usia dini 0 – 8 tahun sesuai dengan konvensi anak dunia, serta
0 – 6 tahun menurut konsep pendidikan yang ada di Indonesia, maka banyak cara
mengenalkan teknologi pada anak usia dini, yaitu :
1. Usia 0 – 2 tahun: Pada perkembangan anak usia ini, anak mulai belajar
mendengar dan mengenal sekitarnya, dari rangsangan-rangsangan yang ditimbulkan
melalui gerakan, serta suara. Kemudian anak mulai menirukan ketika mereka
mulai belajar berbicara. Pemberian IT pada usia anak demikian, dapat
melalui multimedia dengan cara diputarkan lagu-lagu rohani atau lagu
anak. Mengenalkan warna juga dapat melalui multimedia dengan memutarkan
film-film kartun anak, yang tentunya mendidikan. Mengapa? Karena film-film
kartun saat ini pun memiliki unsur warna yang beragam, sehingga anak dapat
mengenalnya walau tidak sekaligus, tetapi warna-warna yang dominan. Hal ini pun
dapat membantu pembentukan karakter anak.
2. Usia 3 – 4 tahun: Pada usia ini, anak mulai menggunakan kalimat
yang hampir lengkap, hal ini dapat dilihat dari cara mereka menanyakan sesuatu
hal. Menurut Piaget, cara anak mengajukan pertanyaan menunjukkan perkembangan
kognitif seorang anak. Pada anak yang berasal dari latar belakang orang tua
otoriter, anak kurang belajar berbicara, ketimbang dalam keluarga yang
demokratis, dimana anak bukan saja belajar “mendengar” tetapi juga “didengar”.
Oleh karenannya penting diberikan IT melalui multimedia, dengan cara seperti
pada usia anak 0 – 2 tahun, tetapi cara pembelajarannya sedikit meningkat
disesuaikan dengan usia anak yang telah dapat menerima rangsangan lebih
banyak. Misalnya mulai diajarkan melafalkan ayat-ayat suci Al Qur’an,
atau dikenalkan cerita-cerita Kitab Suci melalui film-film, tentu saja perlu
pendampingan orang tua sehingga dapat terlihat sejauh mana anak mampu untuk
belajar. Semakin banyak kesempatan anak belajar untuk berbicara, dapat membantu
anak menumbuhkan rasa percaya dirinya sehingga pada usia sekolah mereka dapat
mengenalkan dan mengungkapkan dirinya secara lisan.
3. Usia 5 – 6 tahun: Pada usia ini, pengenalan dunia IT sudah lebih
meningkat. Pengenalan dapat berupa pengenalan perangkat keras komputer
(hardware) yang bisa dilihat dan dipegang langsung oleh anak, misalnya : CPU,
Monitor, Mouse, Keyboard dan Printer. Pengenalan perangkat keras ini juga
dilengkapi dengan penjelasan fungsi dari masing-masing alat dengan cara langsung
dipraktekkan (learning by doing).
4. Usia 7 – 8 tahun: pada usia ini, pengenalan dunia IT sudah masuh pada
tingkat program interaktif, dimana anak sudah bisa berinteraksi dengan program
aplikasi pembelajaran.
Dampak Negatif yang ditimbulkan
1. Efek radiasi monitor yang perlu diwaspadi.
2. Jarak pandang yang terlalu dekat dan pencahayaan yang kontras dapat mengganggu indera penglihatan anak.
3. Pengaturan waktu penggunaan komputer. Pada anak usia dini sebaiknya waktu penggunaan 1 – 2 jam sehari.
4. Bermain bersama teman sebaya perlu diperhatikan, sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan orang lain.
2. Jarak pandang yang terlalu dekat dan pencahayaan yang kontras dapat mengganggu indera penglihatan anak.
3. Pengaturan waktu penggunaan komputer. Pada anak usia dini sebaiknya waktu penggunaan 1 – 2 jam sehari.
4. Bermain bersama teman sebaya perlu diperhatikan, sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan orang lain.
Komputer dan Kecerdasan Intektual dan Emosional
Penelitian tentang pengaruh komputer terhadap
perkembangan intelegensi telah banyak dilakukan oleh para pakar. Hasilnya
diperoleh bahwa penggunaan komputer secara cerdas akan secara timbal balik
mempengaruhi kecerdasan. Komputer mampu memenuhi rasa ingin tahu manusia. Di
samping itu, kecepatan, kecermatan, keterkinian informasi dapat diperoleh
melalui sistem jaringan komputer. Dengan demikian terjadi pengayaan fungsi
otak, yang pada gilirannyameningkatkan produksi sel neuro glial, yaitu sel
khusus yang mengelilingi sel neuron, sehingga menambah aktivitas sel neuron.
Mengingat bahwa ”pabrik otak” itu diwujudkan sebagai hasil interaksi antar
cetak biru genetis dan pengaruh lingkungan. Menurut Clark bahwa otak berfungsi
hanya 5%, sehingga sebagian besar informasi tidak digunakan. Pada gilirannya
kerja fungsi intelegensi yang bersumber dari otak secara timbal balik
dipengaruhi dan mempengaruhi pembelajaran, akan dipersoalkan sampai dimana
pengaruhnya dalam peningkatan kecerdasan emosi pada anak.
Dampak Komputer terhadap Perkembangan Intelegensi
Riset yang dilakukan terhadap pengaruh komputer terhadap
perkembangan intelegensi diperoleh pengaruh yang positif dari keduanya. Hal
tersebut karena ”kerjasama’ antara komputer-otak dan intelegensi yang satu
dengan lainnya mendorong manusia untuk makin tahu memenuhi rasa ingin tahunya,
yang merupakan sifat khas manusia. Komputer dengan jaringannya dalam kehidupan
kini tidak terpisahkan dari berbagai kepentingan untuk memperoleh informasi
yang cepata, cerman, lengkap, dan aktual. Dengan demikian akan membawa kita
secara amat signifikan dalam menyelesaikan berbagai persoalan berkat informasi
yang dihadapi.Dengan demikian tidak salah jika penggunaan komputer dengan
program yang sesuai dengan umur anak-anak dapat dilakukan.


Intelegensi Emosional
Goleman (1996) dalam bukunya
Emotional Intelligence menjelaskan bahwa dalam kehidupan mental seorang anak
ada dua aspek, yaitu rasio dan emosi, yang masing-masing tidak pernah berdiri
secara terpisah, melainkan dihayati secara bersamaan, bercirikan pemahaman dan
kesadaran yang berasal dari otak seseorang; sedangkan emosi yang bersifat kuat
dan impulsif bersumber dari hati sanubari atau bahkan juga dari hati nurani
seseorang.
Emosi merupakan suatu kondisi
tergerak untuk berbuat, dengan demikian, emosi memiliki beberapa komponen yaitu
gerak untuk bertindak, menghayati perasaan yang bersifat subjektif, dan
kesadaran tentang emosi itu atau dengan kata lain, memiliki unsur subjektif,
perilaku, fisiologis.
Leventhal, mengalihkan paradigma
tersebut dalam menjelaskan rasio dan emosi yang terkait dengan information
processing sebagai berikut : ada 4 sistem yang terintegrasi dalam model emosi
ini, yaitu 1) interpretasi sistem dalam mewujudkan penghayatan emosi, 2) sistem
ekspresif, yang merupakan umpan balik yang menandai kualitas subjektif emosi,
3) sistem tindak instrumental dan 4) sistem reaksi jasmaniah.
Teori ini didasarkan atas tujuh
asumsi, yaitu 1) kajian emosi harus beranjak dari laporan verbal pengalaman
subjektif, 2) kondisi emosional adalah suatu bentuk kebermaknaan, sehingga
kalau kognisi adalah makna, emosi membentuk kognisi, 3) ada berbagai bentuk
kognisi abstrak, 6)sistem kebermaknaan berkembang dan berubah, 7) perlu sistem
makna khusus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar